Marketing Adsense?Ya, mungkin Anda akan heran bin bingung mendengar istilah ini. Kok Adsense harus dipasarkan segala? Dan apa pula hubungannya pemasaran dengan AdSense? Nah biar gak bingung, yuk kita coba bahas sama”.
Dulu terus-terang saya benci banget dengan yang namanya marketing. Bagi saya, yang namanya marketing itu identik dengan sales yang hobinya menganggu kenyamanan hidup. Apalagi beberapa tahun lalu sistem pemasaran door-to-door masih marak. Dan saya sempat dapat pengalaman yang entah mau dibilang menjengkelkan ato lucu. Yang jelas sih cukup memorable.
Bayangin, ada sales sambal botol yang dateng ke rumah sambil meminta saya untuk mencicipi satu sendok makan sambalnya supaya saya percaya kalo sambal itu pedas dan nikmat!
Belum lagi yang bermodus penipuan dan sayangnya sampai sekarang masih tetap exist. Misalnya dengan mengirikan surat tanda pemberitahuan bahwa kita memenangkan berbagai macam hadiah dan bisa menebusnya dengan gratis. Padahal setelah sampai di toko yang bersangkutan, ada berbagai persyaratan lain yang harus dipenuhi dan money-oriented tentunya. Tambah parahnya, produk yg diberikan pun seringkali berkualitas rendah atau harganya tidak sebanding dengan kualitasnya.
Hal-hal seperti itulah yg sempat membuat saya antipati terhadap makhluk bernama marketing.
Tapi semua berubah gara” AdSense…
Ya, justru karena AdSense-lah saya bisa berubah 180 derajat dari kubu kontra-marketing menjadi kubu pro-marketing.
Titik baliknya mungkin pada sekitar awal tahun 2006 ini. Pada saat itu, saya yg sebenarnya masuk ke dunia AdSense karena ingin belajar lebih banyak tentangnya, sempat kehilangan motivasi untuk melanjutkan bisnis AdSense ini karena secara pribadi, target dari AdSense telah terpenuhi. Gak tanggung”, hampir sebulan penuh saya tidak mempedulikan situs” saya sama sekali yg tentunya berakibat pada penurunan jumlah pengunjung dan pemasukan.
Tapi ternyata itu ada hikmahnya juga. Setelah diamati, ternyata penurunan pemasukan bukan hanya terimbas dari berkurangnya pengunjung, melainkan juga karena adanya penurunan nilai CPC (Cost per Click) ad unit. Bahkan pada kuartal 2, CPC semakin drop dan dari hasil survey, membuat sebagian besar publisher mengalami defisit pendapatan hingga mencapai 50% - 75%.
Dari situlah ide untuk menggabungkan konsep marketing dengan AdSense bermula. Selain karena berbagai tehnik untuk mengoptimasi AdSense sedikit demi sedikit sudah mengalami pengurangan efektivitas, juga karena semakin banyak buku pemasaran yang saya baca membuat saya semakin yakin bahwa AdSense tidak berpisah jauh dengan marketing.
Konsep dasarnya cukup sederhana.
Anggap situs Anda sebagai toko, AdSense dan content situs sebagai produk, Anda sebagai penjual, dan pengunjung adalah calon pembeli. Saya yakin Anda sudah bisa mendapatkan gambaran mengenai Marketing AdSense.
Sekarang kita lihat. Sebagai penjual kita harus:
- Memilih produk yg unik dan berkualitas serta menyediakan produk yg dicari oleh pengunjung
- Menyediakan tempat yg nyaman kepada pengunjung untuk melihat” produk kita
- Menyajikan produk kepada pengunjung dan membuat mereka membeli, atau setidaknya mengingat produk kita dalam hati mereka, dengan cara yg tepat tanpa mengurangi kenyamanan pada poin sebelumnya
Nah, bagaimana jika poin” di atas kita reverse kembali dengan kapasitas kita sbg publisher AdSense?
Sebagai publisher AdSense kita harus:
- Memberikan topik / content situs yg unik dan berkualitas serta berisikan informasi yg dibutuhkan oleh pengunjung
- Mendesain situs sedemikian rupa supaya nyaman bagi pengunjung, baik dari sisi tampilan, navigasi, dan sebagainya
- Secara tidak langsung membuat pengunjung mengingat situs kita (atau mem-bookmark-nya) ato lebih baik lagi, meng-klik iklan yg kita tawarkan tanpa merasa terpaksa ataupun tertipu
Sebenarnya masih banyak lagi poin” yg bisa disampaikan, hanya saja, saya yakin dari tiga poin itu saja sudah cukup jelas bahwa untuk sukses berbisnis Adsense, pemahaman dan penerapan konsep” marketing juga sangat diperlukan.
Pada bagian selanjutnya, hubungan antara AdSense dengan marketing akan dibahas lebih jauh lagi. Sabar yah, susah cari waktu luang buat nulisnya sih
Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 23 July 2006. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.
Popularity: 6% [?]
Related Posts:
- No related posts







